3 Aturan Penting Dalam Seni Bernegoisasi



Tidak semua orang menguasai seni bernegosiasi, bahkan penjual terbaik sekalipun karena hanya sedikit yang mengerti arti kata negosiasi sesungguhnya dan tak memahami "aturan emas" dalam bernegosiasi. Kesalahan pertama yaitu salah memahami arti kata negosiasi sebenarnya. Jika kita menanyakan arti kata negosiasi sesungguhnya, maka kebanyakan orang akan menjawab "memberikan tawaran termurah" atau "mendapatkan penjualan sebanyak-banyaknya".

Kata negosiasi berasal dari bahasa latin negotiatus, yang merubakan bentuk lampau dari negotiari dan berarti menjalankan bisnis. Arti kata awal ini sangat penting untuk memahami tujuan kita bernegosiasi, yaitu untuk terus melakukan bisnis dengan berunding dengan orang lain untuk mencapai kesepakatan.

Jadi buang jauh-jauh anggapan bahwa benegosiasi berarti harus memberikan tawaran termurah untuk mencapai kesepakatan. Tawaran harga yang lebih murah tak membuat sebuah kesepakatan yang baik, hanya memberi margin tipis bagi Anda dan perusahaan. Tujuan kita bernegosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan tentang sebuah proposal, dan cara terbaik untuk mencapainya ialah dengan membangun nilai tambah dalam tawaran kita. Solusi yang ditawrkan oleh produk atau layanan kita adalah fokus dalam negosiasi, bukan harga.

Berikut adalah tiga "aturan emas" dalam bernegosiasi yang akan membuat Anda menjadi ahli dalam seni bernegosiasi.

Jadilah orang yang selalu memulai negosiasi

Kita harus memulai negosiasi karena siapapun yang mengendalikan permulaan negosiasi cenderung mengendalikan hasil akhir negosiasi tersebut. Jika kita membiarkan pihak lain memulai negosiasi, kita akan terus memberikan kendali kepadanya, seringkali tanpa menyadarinya. Sebagai contoh jika kita menanyakan kepada seseorang berapa budgetnya untuk sebuah proyek, artinya kita menyerahkan kendali negosiasi kepadanya. Akhirnya kita hanya akan memberi tawaran yang sesuai dengan budgetnya. Jangan takut menginterupsi jika Anda merasa pihak lain mencoba mengambil kendali.

Selalu tulis hasil negosiasi

Banyak profesional yang membuat kesalahan dengan hanya mendiskusikan syarat dan klausul sebuah perjanjian tanpa sekalipun membuatnya menjadi dokumen tertulis. Padahal tujuan sebuah negosiasi adalah mencapai kesepakatan formal dalam sebuah dokumen resmi. Buatlah sebuah proposal, sodorkanlah kepada klien, lantas tulislah hal-hal yang kita sepakati dengan klien saat itu juga. dengan demikian pada akhir negosiasi kita telah memiliki dokumen tertulis yang langsung bisa ditantatangani dan disetujui saat itu juga. Jika kita bernegosiasi terlebih dahulu baru menulis dokumennya, maka tindakan tersebut hanya menambah waktu negosiasi yang tak perlu, dan klien bisa saja mundur dari kesepakatan.

Tetaplah tenang

Arena negosiasi dipenuhi oleh agenda, ego dan emosi. Negosiator yang hebat tahu cara untuk tetap tenang, memberikan kepemimpinan dan solusi, sementara yang lain menjadi terobsesi dengan tujuan pribadi dan emosi yang tak berguna. Ketika negosiasi berjalan tak tentu arah dan menjadi panas, tetaplah tenang dan gunakanlah logika untuk memecahkan masalah, bukan emosi.

Dengan mengikuti ketiga aturan di atas, maka peluang keberhasilan dalam negosiasi semakin besar.

sumber: kaskus.co.id
Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit

0 COMMENT

Post a comment here!